Kamis, 23 Februari 2012

Gusti Boten Sare

Kalau kita mau berusaha pasti Tuhan akan mengabulkan keinginan kita, begini ceritanya:

Ada seorang teman yg dipromosikan menjadi kepala cabang di suatu kota di NTT sebut saja kota A dan teman tersebut sangat bersyukur dan enjoy di kota A. Tetapi yang namanya manusia pasti ada saja yg dirasa kurang, yaitu kalau mau ke kota besar yg ada mall dan airport nya harus ditempuh dg perjalanan darat antara 7 s/d 8 jam. Teman kita tersebut membayangkan seandainya saya di tempatkan di kota walaupun di luar jawa asalkan ada ada airportnya alangkah senangnya hidup ini. Setiap berdoa selalu diselipkan kinginannya itu dg harapan di dengar dan syukur-syukur dikabulkan oleh Tuhan. Tidak terasa waktu berjalan 2,5 tahun, tibalah saatnya rotasi dan teman kita termasuk yg ikut di rotasi/mutasi.

Dari kota A di NTT, teman kita dimutasi ke kota B di Papua dan benar saja di kota B tersebut ada internasional airport-nya. Sama seperti di kota A, teman kita itu juga merasa sangat bersyukur dan enjoy walaupun untuk mudik harus menepuh perjalanan yg sangat panjang plus transit karena memang tidak ada pesawat yg langsung konek. Akhirnya teman tersebut mulai punya keinginan lagi jika sewaktu-waktu di mutasi lagi yaitu ngak apa apalah pindah ke kota yg tidak ada bandaranya asal tidak terlalu jauh seperti waktu di kota A yang harus menempuh jarak 7 jam perjalanan darat dan kalau bisa pesawatnya tidak harus pakai acara transit-transitan pindah pesawat segala. Tidak terasa 3 tahun dilalui di kota B dan tibalah saatnya rotasi/mutasi.

Dari Kota B di Papua, teman kita dimutasi ke kota BT di SulSel dan benar saja jarak dari kota BT ke Makassar hanya 2,5 jam dan untuk mudik tidak perlu transit dan hanya memerlukan penerbangan selama 50 menit. Kata teman tersebut "luar biasa, beginilah kalau orang bekerjanya dengan niat yg baik maka doanya di dengar oleh Tuhan". Sama dengan di kota A dan B, di kota BT teman kita ini juga sangat bersyukur dan enjoy. Sama juga dengan waktu di kota A dan B, keinginan baru juga muncul yaitu seandainya yang akan datang dimutasi ke kota yg ada rel kereta apinya pasti sangat menyenangkan (kota yg ada rel KA yg dimaksud adalah kota-kota di Jawa). Namun karena sungkan dengan tuhan kalau to the point minta ke jawa maka di perhaluslah keinginannya dengan menyebut kota yg ada rel KA-nya.

Hampir 2 tahun di kota BT, ada rolling lagi dan kebagian dimutasi ke kota ME di SumSel. Teman kita sempat berpikir lho koq keluar jawa ... wah doanya kurang manjur. Tibalah saatnya harus berangkat ke kota ME, pesawat mendarat di Palembang dan perjalanan ke Kota ME ditempuh dg waktu kurang lebih 5 jam. Kira-kira perjalanan 1.5 jam dari palembang terjadi antrian mobil yg cukup panjang yg di kira jalanan macet .... ternyata perlintasan KA, ada KA yg lewat, dan luar biasanya ternyata untuk sampai ke kota ME itu melewati 7 perlintasan KA. Jadi kesimpulannya ternyata doa-nya masih sangat manjur, tapi salah sasaran maunya ke Jawa eh ternyata ke Sumatra. Akhirnya teman kita berkesimpulan kalau ada keinginan dan ingin diutarakan kepada Tuhan harus jelas tidak boleh ragu-ragu apalagi malu-malu.

Sama dengan dikota-kota sebelumnya teman kita juga sangat bersyukur dan enjoy di kota ME. Singkat cerita akhirnya teman kita berkeinginan di mutasi ke Jawa, tidak harus kota besar tidak apa-apa yg penting di jawa sambil membayangkan kota M di Jateng. Tidak terasa 3 tahun di kota ME, tibalah saat nya rolling/mutasi. dan benar saja lagi-lagi Tuhan mendengarkan keinginan teman tersebut untuk di mutasi ke kota M di Jateng.

Kota M tersebut sebenarnya adalah bukan kota M yg dibayangkan, tetapi kota M tersebut masih satu kabupaten dengan kota M yg dibayangkan tersebut ... hanya berjarak 14 km. Sunguh luar biasa ternyata "Gusti Boten Sare" untuk mengetahui keinginan teman kita itu, tentunya dengan kerja yg iklas dan keyakinan yg kuat.

Kota M di kabupaten M ... "Apakah arti sebuah nama" topik kita selanjutnya, nantikan.







Rabu, 06 Juli 2011

Kecerdasan dan Akal


Tgl.5 Juli 2011 dapat nasehat sederhana dari Pak. Big Bos:


Semua orang pada dasarnya punya kecerdasan, namun sering kali kecerdasan itu tidak muncul disaat dibutuhkan, kita tidak berdaya seolah2 tidak punya kecerdasan tsb, maka "Adakah Kelemahan atas Kecerdasan Itu, Kenalilah Itu"

"Pekerjaan kita bukan sulat ataupun sihir, tetapi adalah sesuatu yang masuk akal", maka jangan sekali2 mengerjakan sesuatu yg tidak masuk akal.
.
"Jagalah kesehatan Akal kita, sepanjang akal kita sehat maka semuanya akan baik-baik saja"

Salam,
Eks Amber.

Kamis, 17 Juni 2010

KEAJAIBAN


Kata seorang teman, harga keajaiban itu hanya

" 1 dollar 11 sen, ditambah keyakinan"

dan saya sangat mempercayai kata teman saya itu.



Rabu, 16 Juni 2010

MONITOR

Kalau kita beli Laptop pasti ditanya yg berapa ich monitornya,
kalau main radio 2meteran...selalu ada kata: bisa dimonitor, gitu ganti,
Pak Dokter sering bilang ...nanti kita monitor perkembangannya.
Seorang teman pernah bilang TV-mu itu koq ngak pernah naik kelas, dari dulu 14 ich, juga monitornya.

Dulu waktu pendidikan, diajarkan bahwa monitor adalah bagian yg paling penting dari sebuah proses. Proses itu akan gagal kalau tidak dimonitor dg baik.
Dulu Bos sering bilang, piye iki ...piye iki ...koq ngak dimonitor nasabahnya.
Sekarang saya sering bilang, lha ndalah ...disuruh monitor koq susah bener, susahnya sama kayak disuruh pindah agama.

Kayaknya harus dibuat peribahasa baru dg nada mengancam "Monitor atau Mati", "Katakan Ya untuk Monitor"

Ada banyak cara, gaya, teori tentang monitoring ....
Tapi yang lebih utama adalah kesadaran untuk melakukannya.


Let's Do It,
Salam Monitoring,

Selasa, 15 Juni 2010

Berikan Bukti Bukan Janji

Jangan katakan kamu mampu,
tapi tunjukkan kemampuanmu,
biarkan orang lain yang katakan kemampuanmu

Jangan katakan kamu jujur,
tapi tunjukkan kejujuranmu,
biarkan orang lain yang katakan kejujuranmu

Jangan katakan kamu bersih,
tapi tunjukkan kebersihanmu,
biarkan orang lain yang katakan kebersihanmu.

Tapi kalau hatimu bening,
maka kamu tidak akan peduli apa kata orang lain,
dan kamu tidak perlu menunjukan kebeningan hatimu,
karena hanya Tuhan yang tahu.

Salam Bening,

ctt:
Yg bening-bening memang bagus ...hehe
maka janganlah menjadi orang yg butek*)
(butek pikiran, butek hatinya, butek perkatan dan perbuatan)

*) butek = keruh

Kamis, 25 Februari 2010

Keajaiban ....

Harga Keajaiban 1 dollar 11 sen, ditambah keyakinan .....

7 Keajaiban Dunia:
- bisa melihat'
- bisa mendengar
- bisa menyentuh
- bisa menyayangi
- bisa merasakan
- bisa tertawa
- bisa mencintai

Ketujuh keajaiban dunia itu ada pada diri kita .... diri kita adalah keajaiban itu, permasalahannya adalah kita sering tidak menyadari itu dan tidak meyakininya ...

Rabu, 28 Oktober 2009

Life is Beautiful

Bagaimana keras dan sulitnya kehidupan bila kita memandang sudut pandang positif maka akan terasa menyenangkan .....



Rabu, 13 Mei 2009

007. SMS Bankers

Siapa yang berhasil menguasai tehnologi "komunikasi" dan informasi maka dialah yang menjadi pemenangnya ... (elegi Gutenberg).

Terlalu banyak contohnya untuk membuktikan hal tsb diatas, semua contoh yg ada menunjukkan bahwa pentingnya komunikasi baik dilevel terkecil sampai yg besar, mulai dari yg sederhana sampai yg rumit .... mulai dari perseoranan, kelompok, perusahaan, hingga negara, diera sekarang ini tidak ada yg tidak berhubungan dengan komunikasi dan informasi.

komunikasi yg baik akan menghasilkan informasi yg positif. Komunikasi yg baik memerlukan koordinasi yg baik, komunikasi yg baik memerlukan kerjasama team yang baik ... sehingga komunikasi akan menjadi alat, sarana, atau apapun namanya yang sangat dasyat.
Sebaliknya komunikasi yg buruk akan menghasilkan informasi yg negatif. Komunikasi yg buruk tidak diiringi dg koordinasi yg baik, tidak diiringi dengn kerjasama yang baik ...yg pada akhirnya akan menyebabkan kemenangan semakin sulit diraih, bahkan kehancuran yg akan didapat.

sehubungan dengan itu, sangat layak jika kita menempatkan komunikasi sebagai salah satu "batu besar" dalam hidup kita, dalam kelompok kita, dalam perusahaan kita, dalam negara kita. Karena tanpa komunikasi yg baik maka hasil baik yg telah kita peroleh akan lenyap dalam sekejab, secepat membalik telapak tangan.

Jika kita sepakat menempatkan komunikasi sebagai salah satu batu besar, maka Let's Do It ... bisa ... pasti bisa ... yes, yes, yes.

SMS Bankers adalah bukan SMS Banking, SMS Bankers adalah Bankers yg suka SMS.
Dengan rutin meng-SMS rekan kerja maupun atas, maka akan tercipta jalur komunikasi yg cepat. Sehingga semua informasi, saran, usul, dsb dapat diperoleh dengan cepat dan up to date. Dan yg tidak kalah penting adalah kebiasaan dan keberanian untuk menjalin komunikasi (baca: silaturahmi) menjadi lebih efektif, khususnya anatara atasan dg bawahan dan sebaliknya. Walaupun pada awalnya akan dirasa agak tidak biasa, aneh, tidak lazim.
(kalau sekarang pake BBM atau jejaring sosial)

Jika Komunikasi telah berjalan dengan baik, maka penyakit yg namanya koordinasi bukan lagi menjadi hambatan/kendala. Semua perosalan-persoalan yg ada akan di komunikasikan dan dikoordinasikan, sehingga menghasilkan output yang dasyat ... tidak akan ada ego perseorangan, yang ada adalah ego kelompok (militan).

Semua itu ada syaratnya, yaitu: harus sepakat menempatkan komunikasi sebagai salah satu batu besar, dan segala remeh temeh yg menghambat komunikasi tidak akan pernah menjadi batu besar yg menghalangi batu besar komunikasi.

Seperti layaknya Kontes Sepeda Tak Bergeming (sepeda lambat), belum tentu atlet balap sepeda dan atlet downhill bisa memenangkannya .... karena batu besarnya berbeda.

Terinspirasi dari :
"tak bergeming dot com"
"Kontes sepeda tak bergeming"



#

006. "DOLL"

Masih berkaitan dengan judul 005.Tersenyum Lebih Kejam Dari Membunuh ..... kejadiannya masih di Kota Beta. Setelah kesepakatan bahwa saya dipersilahkan marah dan dilarang tersenyum, ada seorang teman (hanya seorang saja) yang bertanya kepada saya seperti ini "Bos, jangan bikin binggung dong, yang konsisten ... kalau marah, marah saja ... kalau tersenyum, tersenyum saja .... jangan seperti ini sebentar marah, sebentar tersenyum, sebentar marah lagi, sebentar tersenyum lagi ... dst" mau tau ceritanya :

Pada suatu hari ditanggal 12 (lupa bulannya) adalah tanggal batas pengiriman salah satu laporan yang berkaitan dg BI (denda dari BI). beberapa hari sebelumnya saya sedang "forkom"di kanwil di Makasar ... pada waktu itu diumumkan ada beberapa cabang yang belum kirim laporan, dan diingatkan bahwa batas laporan tinggal beberapa hari lagi. saya monitor ke cabang, dijawab sudah dikirim namun ada sedikit koreksi dan mungkin nantti malam bisa kiirim ulang ke BRI via sytem.

Sekembalinya dari Makasar, saya cek lagi ... disampaikan sudah dikirim bos, ini buktinya ... tapi pada tgl.12 sore saya di telpon yang menyampaikan bahwa dari cabang Beta belum kirim .... akhirnya saya tungguin ybs sampai lewat jam 12 malam untuk selesaikan koreksi kesalahan yang tempo hari .... pada saat ditungguin itu (nampaknya ybs ada kepentingan/janji lain) ybs ngak tenang, selalu cari peluang untuk kabur sebentar ... pada waktu itulah yb s saya matahi, ceramahi, kemudian saya tersenyum2, kemudian marah2 lagi, kemudian tersenyum lagi, dst.

Nah ... atas pertanyaan ybs dialenia pertama tadi jawaban saya .... Mbang (sebut saja namanya Mbang) kalau ibarat keran air ... ini sudah doll, jadi saya ngak tau lagi harus bagaimana nangani tingak kamu (tapi dengan nada dan rayt wajah tersenyum) .... tapi akhirnya selesai juga dan tanpa denda BI.

Minggu, 03 Mei 2009

005. Tersenyum Lebih Kejam Dari Membunuh

Terinspirasi dari pepatah "Fitnah lebih kejam dari membunuh".... tapi itu kuno ....!!! Sekarang Tersenyum bisa lebih kejam dari membunuh .... dan bukan tersenyum diatas penderitaan orang lain (yang ini juga kuno ..!!!). Tersenyum disini masih berkaitan dengan judul sebelumnya "senyum = marah" tapi dalam tempat dan waktu yang berbeda, ceritanya begini : *)

Setelah 2 1/2 tahun bertugas di kota "Alfa", saya mutasi ke kota "Beta" masih di IBT namun dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan kota Alfa. Lingkungan kerja saya sebagian besar orang jawa dan sulawesi ....

Setelah bertugas kurang lebih 1 bulan, saya mulai mengerti dengan baik situasi dan konsisi lingkungan kerja, dan sampailah pada kesimpulan bahwa mereka harus berubah dan kalau situasi seperti ini terus berlangsung akan merepotkan ..... telah disampaikan bahwa lingkungan kerja saya adalah orang jawa dan sulawesi, tetapi cara kerja dan cara berpikir tidak jauh berbeda dengan teman2 di kota Alfa .... inilah yang harus saya rubah.

Hal ini pernah saya tanyakan dengan rekan yang saya gantikan (mr.Ng) ... menurut mr.Ng "Gung ... sing waras ngalah" tetapi saya berpendapat lain "Sing edan diwaras'ke" ...karena menurut saya sebenarnya mereka tidak edan tetapi setengah edan dan pura-pura edan ... berbeda dengan teman-teman di kota Alfa, mereka benar-benar lugu dan bukan pura-pura lugu ataupun setengah lugu ...!!!
Saya juga menerima telpon dari beberapa teman dari Kota Alfa, katanya mereka ditelpon oleh beberapa pekerja di kota Beta yang menanyakan apakah waktu saya di kota Alfa suka marah-marah dan sehari bisa marah berkali-kali..... Terus terang teman2 dikota Alfa sangat tidak percaya kalau saya bisa marah, karena 2 1/2 tahun di kota Alfa saya tidak pernah marah, tetapi hanya tersenyum.

Kemudian pada kesempatan pertemuan rutin bulalan, saya ajukan penawaran kepada mereka. Sebe;um mengajukan penawara terlebih dulu saya ceritakan pengalaman waktu bertugas di kota Alfa ... dengan gagah dan terpingkal-pingkal mereka tertawa. kemudian mulailah saya sampaikan fakta2 dan penawaran sbb:
  • bahwa "kalian sebenarnya ngak beda jauh dengan teman2 di kota Alfa ... malahan kalian itu bukannya lugu atau setengah lugu, tetapi setengah edan dan pura2 edan ...!"
  • Mengapa saya selalu marah-marah, itu semua karena kalian setengah edan dan pura2 edan.
  • Mengapa mereka (teman di Kota Alfa) heran waktu kalian telpon bahwa saya suka marah, karena di sana saya cukup tersenyum saja (senyum = marah).
Kemudian saya tawarkan kepada mereka, pilih mana :
  • Saya "Tersenyum"seperti waktu di kota Alfa, yang artinya kalian saya persamakan dengan teman2 di kota Alfa (dg kata lain ke jawa-an dan ke sulawesi-an kalian tidak saya akui, yang saya akui ke "katrok-an" kalian ... maka saya cukup tersenyum saja)
  • atau saya "Marah", yang berarti kalian saya akui ke jawaannya dan ke sulawesiannya (dg kata lain dimata saya kalian bukan orang katrok, tetapu orang waras yang ditegus kalau salah dan dimarahi kalau ndableg)
Akhirnya mereka memahani mengapa saya si kota Alfa kelihatan baik dan tidak pernah marah, sedangkan di kota Beta saya kelihatan menyebalkan karena suka marah..... Kemudina mereka secara bulat "memperbolehkan saya marah dan melarang saya tersenyum".
Singkat kata selama 3 tahun bertugas di kota Beta ... saya merasakan perubahan yang cukup besar dari perilaku edan, setengah edan ataupun pura2 edan menjadi waras dan lumayan waras.

Ada hal yang menarik, setelah kita merasa sepaham ... akhirnya kalau ada yang edan, setengah edan, atau pura2 edan (baca "salah, melanggar aturan, tdk disiplin") ... kadang2 saya cukup tersenyum, ybs pasti berkata .... "bos senyumanmu lebih kejam dari pembunuhan" dan pasti saat itu juga langsung berupaya memperbaiki kesalahannya.




*) Tanpa bermasud menyepelekan atau merendahkan suatu golongan masyarakat tertentu, ini semua disampaikan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja rekan kerja saya waktu itu ... mudah2an bermanfaat.


Jumat, 06 Februari 2009

004. "Senyum = Marah"

Senyum itu adalah marah ....
Marah itu adalah senyum ....

Binggung kan .... itulah yang saya lakukan kurang lebih selama 60 bulan (kayak jangka waktu kredit pegawe aja). Ceritanya Begini :

Setelah lebih dari 12 tahun bekerja di seputaran Jawa ... saya dimutasi ke suatu tempat di IBT, sebut saja Kota "Alfa". Seperti dimaklumi SDM di IBT berbeda dengan di Jawa ... kita harus berbicara lebih hat-hati, lebih jelas dan berulang-ulang untuk memastikan bahwa lawan bicara kita tidak salah menafsirkan perkataan kita. Tetapi walaupun kita sudah berusaha sehati-hati dan sejelas mungkin, tetap saja si "Jaka Sembung" datang, seperti ini :

  • Beli Bakso .... Waktu itu saya baru bertugas 3 hari di kota Alfa. Suatu sore saya melihat seorang pekerja (kami menyebut pegawai "pekerja") beli bakso di depan kantor. Saya basa basi bertanya dg spontan "kamu sudah bayar" dijawabnya "belum bapa" ... karena dijawab belum, maka saya beri uang Rp.50 ribu, kemudian dia berkata "uangnya kebanyakan bapa" kemudian saya jawab kembali "ya besok-besok untuk beli bakso lagi".... Sehari, dua hari, tiga hari kemudian dia selalu saya lihat beli bakso .... kemudian dg basa basi saya bertanya lagi "kamu suka bakso?" dijawabnya "tidak bapa" saya tanya lagi "kamu lapar ya" dijawab lagi "tidak juga bapa" ................ Nah lho ....
  • karena penasaran saya tanya "lha kenapa kamu makan bakso" .... dengan bangga dijawabnya "Bapak kan kemarin kasi uang 50 ribu untuk beli bakso!" ..... dalam hati saya berkata "Matek aku ..." sambil menahan senyum langsung masuk rumah (kebetulan rumah dinas disamping kantor) tutup pintu kemudian tertawa ha ha ha .... sampai keluar air mata.

  • Beli Roti .... kebetulan ada teman yang pulang istirahat siang, saya titip beli roti tawar dan mentega. Saya titip uang 50 ribu .... kembalinya ke kantor dia bawa 2 tas kresek besar di kedua tanganannya sambil berkata "bapa rotinya hanya ada delapan, ini kembaliannya"
  • mana mungkin saya seorang diri (bulog) makan roti tawar 8 bungkus, akhirnya saya katakan.... ya terima kasih (sambil senyum kecut) saya ambil 1 bungkus saja, yang 6 bungkus untuk kamu bagi2 ....namun dengan polosnya dia berkata, bapa minta menteganya dan belikan coklat mesis ... akhirnya saya keluarkan lagi uang untuk beli mentega dan mesis ...... Edan ngak ...!@#$%^
  • Beli Nasi Padang .... waktu itu saya titip pesan beli makan di RM Padang "Beringin" ... pesanan saya nasi padang pake rendang, telur bulat, sayur daun singkong, kalau tidak ada rendang ganti nasi ayam goreng atau nasi ikan kembung..... kembalinya ke kantor dia bawa 5 bungkus dan berkata bapa uangnya tadi kurang jadi pake uang saya dulu ... saya bilang ok thanks .... tapi saya binggung ternyata kelima bungkus itu semua untuk saya.
  • saya bilang kenapa banyak, dijawab "kan sesuai yang papak pesan 1. nasi rendang 2. nasi telur bulat 3. nasi sayur daun singkong, 4. nasi ayam 5. nasi ikan kembung ... pas"
  • betul pas, tapi edan .... akhirnya saya bilang oke saya ambil satu bungkus nasi ayam, yang itu saya ambil sayur dan telurnya .... yang lain untuk kamu...... dijawabnya terima kasih bapa ..... edan!!!

  • Coba bayangkan kalau kita bekerja satu team dengan orang yang "jujur" dan "lugu" seperti itu. Dan bayangkan jika case-nya bukan beli bakso ataupun beli roti tetapi melaksanakan suatu tugas pekerjaan ... pasti kita jengkel, marah, geregetan. Apakah kita harus marah ke teman kita tsb ... bisa-bisa kalau kita marah dia malah binggung dan bertanya dalam hati "salah saya apa" ..... tentu dalam hati saya juga menjawab "kamu tidak salah, tapi .............."

  • Akhirnya saya cukup tersenyum saja .....

Senin, 12 Januari 2009

003. "KUR"

Jangan keliru "KUR" .... bukan Kredit Usaha Rakyat (kredit tanpa Agunan), tetapi adalah singkatan dari "Kupi Uli Ruti". Saya terinspirasi nulis di Blog setelah bergabung dalam FaceBook (group SMAN 34 Angkatan 86) ... pada saat saya "melihat" teman2 SMA di FB, secara otomatis saya ingat dengan KUR. Kenapa KUR saya ceritakan disini, karena menurut saya KUR telah memberikan sesuatu yang positif bagi anak-anak remaja SMA khususnya saya dan beberapa teman lainnya.

Awalnya ... waktu Kelas 1 (ips) SMA hampir setiap pulang sekolah kita sering nongkrong di warung K5 di parkiran Pasar Pondok Labu. Diwarung tsb dijual beraneka makanan dan minuman ringan ... menu andalan kita waktu itu adalah minum kopi dan makan kue Uli dan Roti bakar. Akhirnya setiap sore pulang sekolah kami janjian dg teman teman dengan meneriakkan kata KUR, yang artinya ... Nge-KUR

Begitulah seterusnya, akhirnya secara tidak sengaja terbentuklah komunitas KUR. Agenda kita menjadi bertambah tidak hanya Nge-KUR ... kita mulai bikin group sepak bola, Kumpul dirumah salah seorang teman, Jalan-jalan, sampai belajar .... pokoknya tidak ada satu pun kegiatan KUR yang negatif .
Waktu Berjalan ... naik kelas 2, naik kelas 3 ..... Kegiatan KUR terus berlanjut dan kami semakin Solod, Kompak, Setia Kawan .... Secara tidak langsung kami belajar apa arti "Kebersamaan" apa manfaat "Kebersamaan" dan apa hakekat "Kebersamaan".

Thanks untuk Anak-anak Angkatan 86-SMA34 khususnya klas IPS .....

Rabu, 24 September 2008

002. "Gelora"

"Gelora" tidak ada kaitannya dengan hasrat ataupun nafsu apalagi jamu kuku bima. Gelora adalah nama jalan diSiodarjo tempat saya kost pada 1990-1991 waktu saya menjalani OJT (on the job training) di perusahaan yang didirikan oleh R. Aria Wiriaatmadja.... judul no.001 saya training di Buki, sekarang koq training lagi .... hehehe

Ada beberapa anak kost diantaranya : Sigit, Wiwit, Kirno, Tatang, Natan, Kristo, Tarsono dan tentunya saya. Saya akan mencoba menceritakan hal-hal menarik dari beberapa teman yang mungkin bisa diambil sebagai contoh untuk memotivasi dalam mencapai hasil yang lebih baik.

diGelora ada "Tekad" dan "Semangat". Salah seorang teman kost katakanlah bernama "bimo" temasuk anak kost yang paling tua, tetapi posisinya di kantor sebagai "pegawai non staf" . Bermula dari sinilah terlihat perbedaannya dibanding teman-teman yang mempunyai posisi dan situasi yang sama. Mas Bimo menyampaikan ke saya bahwa dia harus bisa mendaftar menjadi Staf dan harus lulus ujian Staf ... tapi ada syaratnya yaitu harus lulus sarjana . Layak mendapat acungan jempol adalah tekad dan semangatnya untuk maju dibalik keterbatasan waktu, biaya, prasarana, belum lagi gangguan dari teman-teman kost yang pada waktu itu saya juga menganggapnya sebagai sesuatu yang lucu "fun".... untungnya akhirnya dia lulus sarjananya dan lulus ujian staf ... harapannya terwujud, jadi "dosa" kami sebagai teman kost terampuni ... barangkali.

Kelihatannya sederhana karena juga banyak orang yg seperti itu dan itu adalah cerita biasa ... tetapi buat kami yang ada disana waktu itu pasti mengatakan Luar Biasa. Sekarang "bimo" sudah dipangilan Pak Pinca oleh anak buahnya.

diGelora ada "Janji", dia adalah teman saya OJT, kami ditempatkan berdua di Sidoarjo. Sebut saja namanya "rampun" sebenarnya tidak ada yang aneh dan kelihatan biasa-biasa saja. Yang menjadikan tidak biasa ("luar biasa) ada 2 hal : Pertama, dia suka minum kapi tapi bubuk kopi plus gula di aduk tanpa air kemudian di sendok dan ditelah, kemudian air menyusul kemudian .... binggungkan? Kedua, dia punya "janji" kalau diterima di perusahaan ini maka separo gaji akan disumbangkan di gereja dan tidak akan merokok sampai dinyatakan diterima sebagai pegawai (lulus OJT), dan itu benar2 dilaksanakan dengan tertib. Kalau saya khususnya menyumbangkan separo gaji .... wah ngak janji.

Sekarang ... sama seperti "bimo" dia juga dipangil Pak Pinca dan merokok seperti kereta api.

diGelora ada yang "Bengal", si "Flores" Anak SMA yang kost bareng pegawai ... mungkin saat ini diantara kami dia-lah yang paling sukses (kalau bicara sukses pasti berhubungan dengan materi), padahal waktu itu dia adalah gambaran anak SMA yang "bengal" dan mungkin dibandingkan waktu kami SMA ngak ada yang bisa nandingi kebengalannya. Ternyata kebengalannya itu yang justru membentuk dan memotivasi dia menjadi seorang pekerja keras yang ulet dan bertanggung jawab .... pokoknya berubah 180%.

Nah Waktu itu saya termasuk orang yang paling didengar omongannya oleh si Flores ... walaupun teman kost yang lain seperti Sigit, Kirno, Tatang dan Natan, bahkan bapak/ibu kost lebih pantas memberi nasehat ... tapi pasti dibantahnya, mungkin karena dianggap ngak sealiran maka sebagus apapun nasehatnya dianggapnya sesat dan harus dibantah .... hahaha (mau tau bagaimana cara saya menasehati .... Khusus mengenai si Flores akan saya tulis dalam judul tersendiri ....)

Tapi dari teman-teman kost ... ketiga teman saya diatas yang paling saling tidak akur ibarat anjing, kucing dan tikus. Tapi anehnya ketiganya bisa cocok dengan saya .... wah ternyata saya juga hebat ya ... hehehe.

Selasa, 23 September 2008

001. "Budiman"

OK saya mulai dari th.1990 pada saat saya pertama kali masuk ke dunia nyata. pada waktu itu usia saya 22 th dan diterima bekerja (job training) di "buki".
Kepala cabang waktu itu adalah pak. Hari "budiman" Setiawan. Jangan terkecoh dengan kata "budiman" karena merupakan kepanjangan dari "bulunya dimana-mana" dan jangan ngeres.

Sebagai orang yang baru bekerja, maka pengalaman pertama pasti ngak pernah terlukapan. Kebetulan dari pak "budiman" ini saya belajar bagaimana bedanya dunia sekolah dan dunia kerja. Kesimpulan yang saya bahwa atasan itu harus dekat dan akrab dengan anak buah. pak."budiman" tidak mau dipangil "pak" oleh bawahannya yang sudah senior (wakilnya, supervisor, dan kasi2) ... beliau lebih senang dipangil "Mas" .... pengaruhnya buat saya dan teman2 Job lainnya adalah kita bisa lebih dekat dan ngak merasa takut (tapi juga bukan berarti berani ...).

Satu lagi beliau selalu memonitor apa yang telah di intruksikan dan apa yang telah menjadi kesepakatan khususnya yang berkaitan dengan pelayanan prima. Nama "budiman" muncul di sini ... beliau selalu menyamar dengan nama "budiman" belakangan baru ketahuan bahwa yang selama ini telpon dengan nama budiman adalah beliau ... itu adalah sebagian kecil dari cara beliau memonitor untuk memastikan bahwa pelayanan prima dilaksanakan dan yang menarik adalah "cara" dan "konsistensinya" dalam memonitor.

Waktu itu saya berpikir, jika suatu saat saya punya anak buah maka saya akan melakukan seperti yang dilakukan "Mas Budiman".
. .